Senin, 11 April 2016

Madagaskar punya keterkaitan dengan nusantara

Madagaskar ternyata kental nuansa nusantara. Ilmuwan bahkan memperkirakan, negara kepulauan ini ditemukan oleh seorang perempuan Indonesia. Tapi bagaimana budaya bisa bertukar lewat jarak 8000 kilometer?

8000 Kilometer ke Barat
Menurut catatan sejarah, pulau Madagaskar pertama kali dihuni oleh pendatang asal Indonesia. Mereka diyakini berlayar sejauh 8000 kilometer dari Kalimantan dan Sulawesi. Ilmuwan sejauh ini memang belum menemukan bukti fisik, kecuali hasil uji Mitokondria DNA yang mengungkap garis keturunan penduduk Madagaskar berasal dari Indonesia.

Teka Teki Besar
Sejak dihuni pertamakali 1200 tahun lalu oleh pendatang asal nusantara, kini Madagaskar memiliki identitas sendiri yang banyak terpengaruh budaya lain, semisal Arab, Afrika, Bantu dan bahkan Perancis. Tapi pertanyaan tentang bagaimana kapal asal Indonesia saat itu bisa berlayar 8000 kilometer tanpa kompas dan peta, belum akan terjawab.

Sabtu, 09 April 2016

Makna Sapaan Bung

Saat zaman revolusi kemerdekaan bangsa Indonesia, sesama pejuang saling memanggil “bung”. yang mengandung makna kesetaraan dan persaudaraan. Kata “bung” diambil dari varian bahasa Betawi, “abang” yang berarti “kakak laki-laki.” Kata “abang” juga umum dipakai di masyarakat Jawa. Sedangkan bagi kaum perempuan, panggilannya “zus”, dari bahasa Belanda, zuster, untuk sapaan kawan atau teman perempuan.
“Bung Karnolah yang mula-mula mempopulerkan nama panggilan dan sebutan ‘bung’ untuk panggilan kepada setiap insan Indonesia yang revolusioner yang bercita-citakan melenyapkan imperialisme-kolonialisme dan kapitalisme dan bercita-citakan Indonesia merdeka,” tulis Achmad Notosoetardjo dalam Revolusi Indonesia Berdasarkan Adjaran Bung Karno.
Pada suatu waktu, Sukarno menginginkan sebuah poster sederhana namun kuat sebagai propaganda membangkitkan semangat pemuda. Pelukis Affandi membuat poster dengan model pelukis Dullah sedang memegang bendera merah putih dan memutuskan rantai yang mengikat kedua tangannya. Pada poster itu, penyair Chairil Anwar memberinya kata-kata: “Boeng, Ajo Boeng!” Poster propaganda itu tersebar kemana-mana.
Menurut Parakitri T. Simbolon dalam Menjadi Indonesia, Sukarno memperkenalkan sapaan “bung” sejak terbentuknya Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) pada 17-18 Desember 1927. “Dipanggil ‘Bung’ (panggilan akrab kepada saudara) sesuai anjurannya, 
George McTurnan Kahin dalam Nasionalisme dan Revolusi Indonesia, menjelaskan bahwa kata “bung” yang dapat diterjemahkan sebagai “saudara” dapat disejajarkan dengan kata “warganegara” (citizen) dalam Revolusi Prancis tahun 1789 atau “kamerad” dalam Revolusi Rusia pada 1917. Gagasan yang mungkin dikandung kata “Bung” adalah sebuah sintesis dari istilah “saudara serevolusi”, “saudara nasionalis Indonesia”, dan “saudara serepublik”.
“Tua-muda, kaya-miskin, presiden ataupun petani boleh saja –dan memang biasanya– saling memanggil dengan menggunakan kata ‘bung’,” tulis Kahin.
Maksud menyapa dengan “bung”, menurut Notosoetardjo, “untuk mempererat hubungan satu dengan lainnya, merasa semua satu keluarga, senasib dan sepenanggungan, sama rata sama rasa, tanpa perbedaan tingkatan maupun kedudukan.”
Setelah revolusi selesai, sapaan “bung” perlahan memudar. Dalam pidato kebudayaan di Taman Ismail Marzuki, 6 April 1977, Mochtar Lubis, pendiri koran Indonesia Raya, menyatakan keprihatinannya, “‘Saudara’ atau ‘bung’, kata-kata menyapa yang begitu populer dan penuh kebanggaan dalam perjuangan kebangsaan hingga revolusi kemerdekaan, dianggap tak cukup hormat lagi untuk menyapa penguasa-penguasa kita sejak belasan tahun terakhir ini.”
“Menegur atasan dengan ‘bung’ tiba-tiba kini kurang sopan. Harus memakai bapak, meskipun sang atasan baru berumur dua puluhan tahun, dan bawahan sudah berumur 60 tahun. [Sehingga] atasan bersikap ideologicalpatronizing, dan authoritarian ke bawah,” kata Lubis.
Bagaimana kalau kita kembalikan lagi saling menyapa “bung” melalui revolusi mental saat ini?
Referensi

Selasa, 05 April 2016

Ciri-Ciri Negara Maju di Dunia

Negara Maju merupakan istilah khusus yang disematkan kepada negara yang menikmati standar hidup relatif tinggi di sektor tekonologi beserta ekonomi yang merata. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa negara maju adalah suatu negara yang rakyatnya mempunyai kualitas hidup bahkan kesejahteraan tingkat tinggi.

Bank Dunia menyatakan bahwa sedikitnya ada 24 negara yang tergolong dalam kategori negara maju. Sistem demokrasi menjadi sistem pemerintahan mayoritas yang dianut oleh beberapa negara maju di dunia. Inflasi rendah serta pendapatan per kapita yang tinggi menjadi syarat utama jika negara tersebut bisa dikatakan negara maju. Sementara itu berdasarkan penuturan World Bank tahun 2007 menyatakan bahwa negara tersebut dikatakan maju jika utang luar negerinya sangat rendah, pendapatan per kapita mencapai 11, 456 US Dollar serta investasi dan tingkat tabungan yang tinggi.

Ciri-Ciri Negara Maju

Umumnya negara maju banyak ditemukan di kawasan Benua Eropa dan Amerika. Sementara itu Jepang, Cina dan Australia juga tidak mau ketinggalan dalam persaingan memperebutkan gelar negara maju seantero dunia. Berikut ini beberapa ciri-ciri negara maju secara umum yang mungkin bisa kamu jadikan bahan referensi di sekolah dan sebagainya.

1. Angka Pengangguran Rendah

Angka Pengangguran Rendah
christopherwitt.com
Rendahnya tingkat pengangguran di masyarakat merupakan ciri-ciri negara maju yang paling spesifik. Perekonomian suatu negara tidak akan bisa berjalan secara maksimal jika lapangan kerja dan wirausaha masih terhitung rendah. Pengangguran friksional merupakan salah satu jenis pengangguran yang umumnya terjadi di negara maju. Pengangguran ini terjadi dikarenakan peralihan tenaga kerja dari satu pekerjaan ke lainnya. Anehnya, para pengagguran di negara maju justru mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah.

2.  Sistem Pendidikan Bertaraf Internasional

Fasilitas Pendidikan Tingkat Tinggi
skillsontario.com
Seluruh penduduk di negara maju rata-rata sudah melek huruf alias bisa membaca dan menulis dengan lancar, berbeda dengan negara berkembang pada umumnya. Dalam hal ini, pemerintah di negara maju memberikan jaminan berupa pendidikan dsar kepada seluruh rakyatnya. Umumnya pendidikan di negara maju memiliki fasilitas lengkap serta ruang belajar yang nyaman di kelasnya. Tak heran jika kecakapan sosial dan kemandirian peserta didik dalam mengembangkan potensinya merupakan salah satu sistem pendidikan sering digunakan di negara maju.

3. Laju Pertumbuhan Hidup Rendah

Laju Pertumbuhan Hidup Rendah

Angka kelahiran dan kematian bayi yang merupakan salah satu faktor pendukung bahwa negara tersebut dapat dikatakan negara maju. Keaadaan tersebut semakin didukung dengan tingginya tingkat kesadaran tentang keluarga berencana, penundaan usia nikah dan kemajuan teknologi fasilitas kesehatan.

4. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Semakin Cepat dan Pesat

Perkembangan Pesat Teknologi dan Pengetahuan

Di negara maju, para ilmuwan didukung oleh pemerintah dengan memberikan berbagai fasilitas terbaik guna menunjang proses observasi yang mereka lakukan. Adapun seperti fasilitas laboratorium lengkap dan gaji berstandar tinggi merupakan salah satu penunjang semangat kepada para ilmuwan agar mereka bisa melakukan inovasi dengan baik benar. Kemudian hasil dari inovasi tersebut akan diaplikasikan di berbagai bidang, seperti militer, kedokteran, produksi, pengembangan ilmu pengetahuan bahkan teknologi ruang angkasa.

5. Industri dan Jasa Menjadi Sektor PerekonomianUtama

Sektor Industri dan Jasa

Industri di negara maju rata-rata memproduksi suatu barang yang bernilai mahal, seperti pesawat terbang, mobil, elektronik hingga alat-alat berat lainnya. Sementara itu di bidang jasa ada 4 profesi yang banyak di geluti oleh masyarakat di negara maju, seperti pendidikan, hiburan, konsultan dan jasa keuangan.

6. Menghargai Waktu dan Kesetaraan Gender Dijunjung Tinggi

Menghargai Waktu

Disiplin, jujur, bertanggung jawab serta professional dalam menyelesaikan pekerjaan merupakan sekelumit sikap positif yang ada di dalam masyarakat negara maju. Diharapkan dengan adanya sikap tersebut mereka dapat mengoptimalkan sumber daya secara maksimal dalam menjalankan pembangunan.

7. Pendapatan Per-Kapita Tinggi

Pendapatan Per Kapita Tinggi
Dalam menilai suatu kemajuan negara umumnya tolok ukur yang digunakan yakni terdapat pada sektor pendapatan per kapita. Selain itu, sektor tersebut juga dapat menunjukan berapa pendapatan yang berhasil dicapai oleh rata-rata penduduk selama setahun di negara maju. Berdasarkan data dari Bank Dunia, negara maju harus memilki kriteria pendapatan per kapita diatas 10,726 US Dollar per tahun.

Minggu, 03 April 2016

Potensi Gunung Api Sangiang Bima part 2

Pulau Sangiang yang menyimpan banyak Potensi


POTENSI
Dibalik kisah Mitologi maupun Mistiknya serta kebencanaannya, Gunung Sangiang ternyata memiliki banyak tempat yang eksotik. Tidak sedikit wisatawan yang melabuhkan jangkarnya di gunung Sangiang hanya untuk sekedar memancing, menginap diatas batu apung yang memang berada di Bibir pantai yang jernih serta diving maupun snokling.

Di pulau Sangiang terdapat perkampungan yang saat ini ditinggali oleh 8 KK, ada belasan rumah panggung dengan atap rumbia. Bila musim tanam ratusan hingga ribuan warga berpencar digunung Sangiang untuk berladang, bertani dan berkebun serta mengembala. Tidak saja warga Wera, tetapi warga dari Donggo serta Manggarai NTT juga ikut mengais rejeki dipulau ini.

Pulau yang subur ini ditumbuhi oleh berbagai tanaman, mulai dari Tomat, Cabe, Labu, jagung hingga kebun Jati. Ada satu kebun yang sempat dilewati oleh Rombongan, kebun tersebut ditanami Buah. Diantaranya tanaman Semangka terdapat juga tanaman Strowbery dan pohon Durian. Entah apakah Duriannya berbuah atau tidak tetapi Nampak subur. Dibeberapa lokasi terlihat deretan jagung, juga ada padi yang mulai menguning yang ditanam secara terasering (Orang Bima menyebutnya: Fare Oma).

Dari perkampungan (bagian barat daya) Pulau Sangiang, sekitar 4 kilometer kearah barat laut, terdapat lokasi yang bernama OI PETO. Air ini sangat jernih dan bila diminum terasa manis. Konon berasal dari Pohon Peto (penulis kurang tahu bahasa Indonesia pohon yang dikisahkan itu) yang berumur ribuan tahun diatas punggung gunung dan tertutup oleh ilalang. Sumber OI PETO tidak akan mengeluarkan air sedikit pun (kering) bila musim hujan. Dan akan mengalir deras dan jernih pada musim kemarau. Inilah yang membuatnya Unik dan Menarik untuk di kunjungi. Oleh banyak wisatawan dan dari pengakuan Warga Pulau Sangiang, Air tersebut adalah AIR AWET MUDA dan AIR JODOH. Percaya atau tidak pengakuan banyak warga yang pernah berburu Menjangan atau Rusa di Gunung Sangiang dan pernah meminum atau membasuh muka di OI PETO ini diyakini mengurangi atau memperlama proses penuaan pada wajah. Serta sebagian yang pernah ditanyai menyatakan, bahwa siapapun yang pernah membasuh Muka di OI PETO akan sangat mudah memancarkan aura cantik/ganteng dihadapan lawan jenis. Akibatnya, tidak sedikit yang membawa pulang dengan menggunakan jirgen maupun botol mineral.

Dibagian Timur tenggara Gunung Sangiang, sekitar 25 kilo dari perkampungan, terdapat lokasi yang bernama TORO JARA atau OI NONO JARA. Disini, anda jangan heran bila anda menggali pasir sekitar 2-5 meter dari bibir laut, anda akan mendapati Air tawar yang langsung bisa diminum. Ketika air laut surut, ambil jarak 3 meter lalu galilah sekitar 2 – 3 depa (30 – 100 cm), akan keluar mata air tawar yang tidak akan anda rasakan asinnya. Konon disini tempat singgahnya Pasukan Kaveleri (Pasukan Berkuda) kesultanan maupun Kerajaan Bima yang menuju Jeneponto sebagai pusat Pasukan Kavaleri Kerajaan Gowa pada waktu itu. Sehingga dinamakanlah tempat ini sebagai Oi Nono Jara (Air Minum Kuda) atau Toro Jara. Bagi Pencinta alam yang melakukan pendakian ke Puncak Gunung Sangiang, Lokasi ini menjadi Lokasi Star atau Pos I atau pos Navigasi Perbekalan. Tempat pengecekan bekal.

Dibagian utara gunung Sangiang, terdapat SO SEMPASEDA. So Sempaseda adalah So (Baca: Daerah) yang paling di hindari oleh penduduk maupun pemburu. Sebab disini adalah daerah panas bumi, yang masih mengeluarkan uap dari perut gunung. Di So Sempaseda, anda bisa melihat langsung alur sungai yang hingga kini masih mengalir air yang penuh dengan uap. Suhu panas air ini berasal dari sumber mata air yang berada dikawah Doro Api (puncak gunung bagian timur), meliwati punggung gunung yang menguarkan hawa panas sehingga sungai tersebut mengalirkan air panas dengan suhu 60 – 110 Derajat Celsius. Demikian pula ketika muara sungai ini yang berada dibibir pantai, ketika bertemu dengan air laut juga masih terasa hawa panasnya. Konon, di So Sempaseda inilah ‘kulit gunung’ yang tipis dari lubang magma yang naik ke puncak gunung.

Disore hari menjelang matahari terbenam, anda akan dimanjakan oleh fenomena puluhan hingga ratusan ribu kelelawar keluar dari sarangnya. Fenomena tersebut dapat anda saksikan di SORI BELANDA, sekitar 3 kilometer kearah timur tenggara dari Pemukiman Warga pulau Sangiang. Fenomena ini benar-benar indah saat sore menjelang. Kelelawar ini dikala pagi hingga sore menggantung dipepohonan pinggir pantai maupun di goa-goa sekitar SORI BELANDA. Disebut Sori Belanda, karena dilokasi ini pernah terdampar kapal Belanda yang sedang menuju Manggarai. Akibat kondisi alam yang tidak sesuai dengan mereka serta kekurangan makanan, akhirnya mereka tewas kelaparan disepanjang sungai jalur lava (sungai Lava Pijar) dan dikubur massal olah warga sekitar di lokasi tersebut. Kemudian dikenalah lokasi ini dengan sebutan Sori Belanda (Sungai Belanda).

Bibir pantai dan perairan diseputaran Gunung Sangiang merupakan Spot Memancing Maniak. Banyak didapati kapal-kapal Pesiar wisatawan domestic maupun mancanegara yang melabuhkan jangkar disekitar perairan ini untuk memancing dan Diving. Antara lain yang menjadi Favorit adalah daerah OI PETO, GUSU WALA, maupun di OI KALO. Di OI PETO hidup spesies Ikan Karapu, konon dipercaya sebagai Uma Karapu (Rumah Ikan Karapu), sedangkan di GUSU WALA hidup spesies ikan Kakap ekor merah dan Ikan Sunu. Demikian juga di OI KALO tempat berkumpulnya spesies Baronang (Bima: Uta Sancara). Banyak pejabat kabupatan Bima dan Pemprov NTB yang datang khusus di 3 lokasi ini hanya untuk mancing maniak.