Kamis, 10 November 2016

Apakah Strategi Donald trump dipakai untuk meraih kemenangan AHOK?

Pada awal saya menelusuri proses kesuksesan Donalt Trum didunia bisnis karna dia adalah sala satu miliader sukses dibelahan bumi diseberang (Amerika Serikat) dengan tujuan menambah pemahaman terkait tokoh bisnis sukses untuk dimasukin dalam proyek riset yang saya angkat. Sebenarnya saya juga belum pernah menulis terkait trump sebelumnya, entah kenapa ada panggilan yang membuat mengangkat tema ini saya menganggap ada strategi yang hampir mirip digunakan oleh kedua tokoh tersebut.
Di isu internasional beberapa pekan terakhir  orang-orang memperbicangkan sang  calon presiden kontroversial Danald Trum (Pemenang Pemilu saat ini) sementara di tingkat nasional orang-orang memperbincangkan Basuki Tjahaja Purnama(AHOK). Semalam beberapa teman kuliah menyebutkan Tunggu tanggal 25 November, Awalnya saya berpikir itu adalah hari pengumpulan tugas atau ada jadwal seminar  setelah saya tanya ke sala satu dari mereka menjawab ternyata tanggal Demo/Aksi terhadap AHOK. Hha (kurang update info).
Sun Tzu seorang panglima sekaligus ahli seni perang legendaris abad ke-6 SM dari  Tionghoa pernah mengatakan “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran”. Jika kamu mengenal dirimu sendiri tanpa mengenal musuhmu setiap kemenangan yang diperoleh, kamu juga akan menderita. Jika kamu tidak mengenal musuhmu dan dirimu sendiri kamu akan menderita kekalahan dalam setiap pertempuran.
Informasi Digital menjadi kebutuhan dasar bagi generasi X, lagi-lagi generasi Y dan Z. Teknologi informasi berubah dengan sangat cepat bahkan dalam perhitungan bulan dengan munculnya inovasi produk-produk baru perangkat lunak maupun perangkat keras bahkan jaringan internet yang memudahkan akses informasi masyarakat semakin hari semakin mudah dan cepat dimanapun dan kapanpun, maka setiap aktivitas pun ikut berubah terutama dalam hal mengakses informasi dari berbagai bidang. Internet dan media sosial telah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari kehidupan manusia. Tak hanya saja, internet dan media sosial telah memengaruhi cara berbisnis tak terkecuali aktivitas dalam dunia politik.
Katidakpercayaan terhadap tokoh publik dan media TV yang semakin hari semakin tidak jelas arahnya dan cenderung memihak membuat masyarakat (terutama masyarakat ibu kota) beralih mencari informasi secara pribadi melalui media internet, mulai dari media sosial, website bahkan dengan youtube. . Disisi lain budaya literasi(menulis) masyarakat indonesia yang masih rendah sehingga masyarakat bisa terjebak oleh informasi miring yang dikelolah dengan secara terorganisir oleh kelompok tertentu. Hal ini dukung juga oleh merajalelanya akun palsu di media sosial maupun media lain untuk mengakses lewat internet.
Kembali ke Topik utama, Lalu bagaimana tim Donalt Trum dalam mengambil keuntungan peluang yang ada?
Nah beginilah Strategi Kampanye Trump Pada Primary Election U.S.A.
Dalam tuisan ini saya tidak akan menjelaskan bagaimana sistem pemilihan presiden di amerika, yang cukup berbeda dari sistem pemilihan presiden di Indonesia, jadi jika anda ingin tahu, silahkan googling sendiri. Yang pada intinya beberapa bulan yang lalu Amerika sedang menjalankan Primary Election, dimana masing-masing kandidat baik dari partai republik maupun demokrat sedang berlomba untuk memenangkan nominasi dari partainya masing-masing untuk meraih kemenangan. Sederhananya saya hanya menganalisa fenomena yang terjadi mengapa Trump bisa meraih kemanangan. Dan jujur saja mungkin ini hanya analisa dari perspektif hamba yang sebatas seseorang yang berkecimpung di dunia IT dan sedikit tidak nyambung dengan masalah ilmu-ilmu sosial dan politik, saya rasa diluar sana banyak orang yang berkompeten perihal hal ini. Hamba saya sekedar menuliskan analisa dari pengamatan seadanya. Jadi mohon maafkan jika berbeda pandangan.
Ok. so let’s begin. Jika anda mengamati dengan cermat, sebenarnya kemenangan trump ini bukan hal yang aneh, dan metode yang mirip-mirip banyak terjadi juga dalam pilkada di dalam negeri. Ketika awalnya Donald J. Trump menyatakan secara resmi bahwa ia akan maju sebagai kandidat presiden U.S.A pada bulan Juni 2015 silam, banyak orang yang tertawa, mengolok-olok, seakan-akan tidak percaya. Di berbagai media sosial, satu persatu netizen berusaha mem-bully sang taipan real-estate ini. Terutama di salah satu situs favorit saya, 9gag. Melihat fenomena tersebut, saya sudah memprediksikan bahwa Trump akan unggul, bukan karena melihat kehebatannya, tapi karena berbagai bully-an yang muncul, yang jelas akan meroketkan elektabilitasnya. Ini adalah beberapa poin yang nampaknya membuat Trump meraih kemenangan.
1.       Bold
Dalam bisnis namanya “Posisioning branding yang jelas”.  Bold yang berarti “Jelas” Ingat itu pakai “o”, bukan “a” atau bald yang berarti botak. Dalam pencalonannya, trump selalu mengeluarkan statement atau penyikapan yang benar-benar jelas arah keberpihakannya, tidak abu-abu (Ini kadang kesalahan yang biasa dilakukan para kandidat). Sebuah arah statement jelas, walau itu dirasa baik atau buruk, akan selalu menarik simpatisan lebih mudah dibanding mereka yang mengeluarkan statement normatif meski terkesan baik. Memang betul trump banyak mengeluarkan statement yang kontroversi, tapi statementnya pasti jelas arahnya, kiri atau kanan, hitam atau putih, atas atau bawah, tidak ada diantaranya keduanya. 
Contohnya penyikapan tentang menghentikan imigran gelap dari meksiko. Dia benar-benar total, dengan segala mekanismenya membangun tembok dan lain-lain, tak ada kompromi. Titik. Hal ini akan menarik simpati secara frontal dari mereka yang memang sepakat untuk menghentikan imigran gelap. Berbeda halnya dengan para kandidat yang dalam hal imigran nampak abu-abu, ada yang ingin menghentikan, tapi banyak kompromi sana-sini. Ada yang ingin menyelamatkan imigran, namun terkesan ingin membatasi. Hal ini jelas akan membuat kebingungan publik dan sulit menjatuhkan pilihannya kepada mereka. Misalnya ada 100 orang yang akan memilih, dan dalam kandidansi republik terdapat 4 kandidat. Saat trump mengeluarkan “bold”statement, mereka-mereka yang sepakat, meski nampak kontroversial, akan langsung memilih trump, tanpa berpikir panjang. Dibanding kandidat yang arahnya abu-abu, sehingga publik butuh waktu yang lebih, atau malah kebingungan untuk memilih. Jadi, meskipun dari kebijakan kontroversi trump mendapatkan 40 persen suara, dapat dipastikan dia unggul dari kandidat lainnya yang berebut 60 persen untuk dibagi tiga.
2.       Memahami Kinerja Media
Masih berkaitan dengan poin satu sebenarnya. Mungkin karena trump berpengalaman juga dalam reality show nya “The apprentice”, dia menjadi paham betul bagaimana media bekerja. Kita pun akan mengakui bahwa hari ini, dimana-mana, ketika membahas pemilu Amrik, pasti arah pembicaraannya akan membahas trump. Karena kenapa? Dia pandai memainkan emosi publik. Dia kadang menghina, mengeluarkan statement-statement konfrontatif, yang akan mengundang media untuk meliput, dan inilah yang menjadi konsumsi masyarakat yang tampak menarik. Semua pandangan tertuju ke trump, sehingga menyisakan ruang pemberitaan yang sangat sedikit untuk kandidat yang lain.
Dalam pertukaran informasi, anda harus punya pengirim dan penerima serta informasi yang ditransmisikan. Bagaimana seorang pemimpin akan menyampaikan ide-idenya, kalau dia tidak memiliki publik yang siap mendengarkan? Dalam kasus trump, dia berhasil membuat publik memperhatikannya, sehingga akan lebih muda baginya kedepan untuk mentransfer ide-idenya. Misalnya karena kontroversi atau berita tertentu (walaupun awalnya merupakan berita buruk) membuat 1000 orang memperhatikan trump, dari 1000 orang tersebut anggap 10% ternyata sepakat dengannya, yang berarti trump telah mendapat 100 simpatisan. Bandingkan dengan kandidat yang karena berusaha normatif, tidak menjadi bahan pemberitaan media yang seksi, hanya mampu membuat 100 orang memperhatikannya, dari anggap dari 100 orang tadi sama ada 10% orang yang sepakat, maka dia hanya menarik 10 simpatisan. Arahkan terlebih dahulu media terhadap anda, lalu baru keluarkan statement-statement yang sebenarnya.
Dana kampanye tidak terlalu berefek pada pilpres, karena banyak variabel lain dalam pilpres yang bisa mempengaruhi orang lain. Salah satu yang punya pengaruh besar adalah media. Donald Trump tak perlu membayar banyak untuk diliput media. Selama 2 tahun terakhir, Trump lebih banyak masuk berita dibandingkan Hillary. Dana kampanye lebih berguna untuk perebutan kursi senator, atau DPR, pendapat Julia. Pilpres ini bukan soal iklan vs iklan, ini soal pernyataan kicauan di media. Trump itu selebritis. Pernyataan Trump sering kontroversial, lebih menarik media untuk meliput. Dan Trump bisa menyentuh isu-isu yang menjadi concern di masyarakat. Meski kerap tampil di media, namun Trump lebih sering disorot sisi negatifnya. Namun, tingginya kuantitas kemunculan di media dinilai tetap memberi keuntungan bagi Trump.
Terkait sikap Trump yang sarat kontroversi dan kerap melahirkan perdebatan, terutama pernyataan bernada kebencian terhadap agama atau kelompok tertentu, Alfred meyakini politikus AS itu fokus pada urusan domestik negaranya. "Trump tidak melihat dampak dari gagasan atau pernyataannya. Tujuan utamanya adalah untuk menang," kata dia menjelaskan.  Bila mengamati rekam jejak Trump, kata Alfred, kalimat-kalimat Trump yang kontroversial justru berhasil menyaring pemilih. Bukan menjatuhkan dirinya. Fenomena ini juga lah yang sebenarnya membingungkan media AS. Alfred memastikan, kontroversi adalah strategi. Tak heran, politisi AS yang membidik kemenangan lebih memilih melontarkan gagasan atau pernyataan kontroversial. Inilah yang dilakukan Trump, mengusung suara yang tidak pernah dibawakan oleh politikus lain sebelumnya.  Tentu saja,  Trump akan terpilih menjadi presiden, penerapan dari gagasan-gagasannya tidak akan sama persis dengan pernyataan kontroversialnya sekarang ini."
Dalam hal ini bisa saja tim ahok sengaja mengangkat isu agama, dan  ada pihak yang mengangkatnya melalui media (youtube, Fb dll). Isu agama bagian yang sangat sensitif  akan langsung disambut dengan antusias oleh kalangan penganut islam terutama orang-orang fanatik dan  kelompok islam yang garis keras yang tanpa mikir panjang apa diteriakan dan yang dilakukan. Termasuk menghina, mencaci maki, merusak dan aktivitas diluar kendali lainya sehingga menjadi ancaman balik bagi mereka sendiri maupun lawan AHOK. Disisi lain kondisi tersebut pembuat para pendukung maupun simpatisan Ahok semakin menguatkan diri dan merapatkan barisannya. Bagi kelompok yang belum mengatakan keberpihakannya  akan mencari sendiri mulai dari sosok Ahok, dan berita hangat terkait melalui internet sementara diinternet sudah disediakan informasi-infomasi yang memberikan pertimbangan secara rasional pada pembaca. Tapi sebenarnya informasi maupun pertimbangan tersebut menggiring memihak ke Ahok. Sama dengan terpilihnya Presiden Jokowi membuktikan mayoritas masyarakat Indonesia sudah berpikir progresif, isu SARA yang diangkat untuk menjatuhkan Jokowi dahulu, justru meningkatkan pamornya dan jangan lupa, Jakarta adalah barometer yang utama, terlepas siapa yang menggulirkan isu tersebut.

3.       Master Persuader
Bukan rahasia lagi jika trump merupakan negotiator yang ulung, dan memahami betul kaidah-kaidah persuasi. Perhatikan baik-baik saat trump menyampaikan pidatonya, baik itu saat kampanye ataupun debat kandidat. Bagi orang-orang yang cerdas, mungkin yang disampaikan trump sangat tidak berbobot, tidak terelaborasi, ataupun cenderung repetitif. Dibanding kandidat lain yang menyampaikan beragam data dan penjelasan komprehensif. Tapi justru inilah keunggulan trump. Dia memahami prinsip-prinsip “Cognitive Bias”, bahwasanya tanpa disadari manusia akan mengambil keputusan berdasarkan hal-hal yang sebenarnya irasional, namun terkadag tidak kita sadari. Silahkan googling mengenai cognitive bias untuk memahami lebih lanjut.  Banyak kandidat yang agar terlihat cerdas, dalam pidatonya atau debatnya menggunakan kata-kata yang super tinggi, bahkan memaparkan data dan angka scientific. Mereka tidak menyadari bahwa pesan mereka tersebut tidak akan masuk ke alam bawah sadar dan akhirnya menggerakkan orang untuk memilih mereka. Berbeda dengan trump. Silahkan anda amati, dia menggunakan bahasa-bahasa yang amat sederhana, cenderung repetitif, karena dia paham bahwa yang demikian itu yang akan mampu melakukan penetrasi kedalam alam bawah sadar pendengarnya sehingga menggerakkan orang-orang untuk memilihnya. Dengan bahasa tinggi tentu anda akan terlihat cerdas. Namun apakah itu yang akan membuat orang-orang memilih anda? Bukan. Ada satu metode penyampaian yang sangat cerdik oleh trump, hal ini dinamakan “social approve” ataupun “appeal from authority”. Contohnya pada saat debat kandidat dia sempat ditanyai oleh seorang panelis mengenai rencana penerapan pajaknya yang terdengar aneh dan tidak masuk akal menurut sang panelis (Pada intinya trump sempat menyatakan akan memotong pajak, tanpa menambah defisit), bagaimana trump menjawabnya ? Dia tidak menjelaskan secara ribet , dia cuman mengatakan bahwa seorang ekonomis terkenal (larry kudlow) menyukai rencana pajaknya tersebut. Ucapan itu sebenarnya tidak menjawab pertanyaan sang panelis dengan rasional, tapi dalam persepsi publik yang menyaksikan, mereka telah teryakinkan bahwa sebenarnya tax plan trump itu sangatlah baik karena seorang pakar telah membaca dan mendukung rencana pajak tersebut. And that’s called appeal from authority method. Jadi trump tidak pusing-pusing membanjiri penonton dengan beragam penjelasan yang ribet, namun hanya mengungkapkan sedikit hal-hal yang penting, dan melakukan pengulangan terhadapnya untuk menanamkan gagasan tersebut.
4.       Menjadi berbeda
Jika ingin memiliki merek/nama yang kuat, Seseorang harus bersedia untuk menjadi berbeda dengan merek kebanyakan. Anda juga harus berani untuk memisahkan diri dari merek sejenis. Ketika Anda sudah melakukannya sudah dipastikan akan ada pihak yang bersebrangan dengan Anda, yang mungkin biasa disebut dengan "Anti-Fans'. Tapi faktanya, siapa pun yang tidak memiliki Anti-Fans jarang memiliki nama merek yang kuat. Memang jika kita bermain aman, mungkin hanya sedikit yang tidak menyukai merek kita , tapi otomatis kita juga akan memiliki sedikit pengagum dari merek kita .
Hal itulah yang dilakukan oleh Trump, dirinya sudah bersiap untuk mendapatkan banyak Anti-Fans. Mungkin seseorang tidak ingin melakukan apa yang dilakukannya. Namun setidaknya seseorang harus berani untuk menjadi sesuatu yang berbeda, bahkan kontroversial jika ingin mempunyai merek/nama yang kuat.
Sebenarnya masih ada beberapa poin lagi terkait kemenangan Trump, namun karena saat ini saya harus dikerjakan yang lebih penting,  kalau dari keempat poin diatas anda amati dengan saksama, sebenarnya sudah banyak pemimpin di Indonesia yang menerapkan hal-hal yang sama. Contohnya adalah banyaknya pemimpin yang hobbynya marah-marah agar memang diliput oleh media, dan sebagainya. Dan bagi mereka yang tidak paham akhirnya kebingungan “Wah dia kok bisa unggul ya?” atau “Wah dia kok banyak yang milih padahal saya lebih bagus, sedangkan dia blablabla”. Atau bahkan pemimpin yang awal mulanya sekedar di-bully media kemudian menjadi meroket reputasinya. Kita harus sama-sama menyadari, bahwa dalam era digital saat ini, memang sudah terdapat banyak perubahan dari masa-masa sebelumnya dalam segi poltical campaign, sehingga kita harus segera menyadari dan menyesuaikan diri.

Jika Anda hanya ingin membaca satu buku politik tahun ini, bacalah The Populist Explosion karya John B Judis yang dengan cerdas menjelaskan berbagai hal yang saling berkaitan untuk menjelaskan berbagai peristiwa di era informasi.

Buku Sun Tzu. “The Art of War”.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Pembelajaran yang bisa dipetik dari “Aktivitas Berburu Masyarakat Dana Mbojo”

Hasil gambar
Aktivitas menumpuk padi
         Donggo ele adalah sala satu potret masyarakat bima dimasa lampau, lebih sempitnya lagi didesa sambori, desa tersebut memiliki jumlah warganya paling banyak diwilayah donggo ele, wilayah tersebut dihuni beberapa suku yang dominan yaitu suku Tuki(Pendatang keturunan Subuh), suku Due(Pendatang), suku lambitu(suku asli) dan suku suku kecil lainnya, ketiga suku dominan ini mempunyai ciri khas masing-masing, misalkan suku due warna pakaian adat yang menonjol adalah warna hitam sedangkan suku tuki dengan sarum yang unik, dari suku-suku tersebutlah cikal bakal terbentuknya desa sambori pada saat ini. Bergabungnya suku-suku tersebut dalam satu komunitas besar mengharuskan mereka rencanakan tata kelola, membuat kebijakan, peraturan, dalam mengelolah desa mulai dari aktivitas yang besar sampai dengan aktivitas-aktivitas kecil. Mereka membentuk sebuah tata kelola  dan peraturan  pemerintah yang disepakati bersama yang di jadikan acuan mengatur setiap aktivitas anggota atau kelompok masyarakatnya. 
Masih banyak orang yang sempit cara berpikirnya  menganggap bahwa melestarikan budaya adalah edentik dengan penampilan fisik, contohnya ketika berpakaian rimpu, rumah adat, dan sejenisnya dikatakan bahwa seseorang tersebut dikatakan berbudaya. Selain cara berpakaian tentu saja ada budaya yang lebih penting yang perlu dilestarikan  yaitu karakter masyarakarat, tatakelola, kebijakan dan peraturan setiap aktivitas masyarakat.  Aktivitas kecil yang menarik untuk disimak dalam masyarakat dongge ele yaitu aktivitas berburu. Dalam berburupun ada tata cara dan aturan yang ditetapkan, tentu saja peraturan tersebut disepakati bersama sebelum mereka berburu pada hari esok, mulai dari lokasi berburu, pembagian tugas, membagian hasil, imbalan yang berprestasi (bahkan anjingpun mendapat bagian), peraturan, hukuman bagi yang melanggar  dan bahkan yang lelai dalam bertugaspun ada hukuman atau denda. contohnya, apabila tim pengejar hewan dengan bantuan anjing tidak mampu mengarahkan hewan perburuan ke lokasi umpan berati harus ditenda dengan minimal seekor ayam begitu pula sebaliknya  apabila kelompok yang memasang umpan gagal menangkap hewan perburuannya yang lewat area perangkap tersebut berati mereka didenda dengan minimal seekor ayam pula. Denda tersebut tergantung dari jenis pelanggaran dan kelelaian, yang jelas makin banyak pelanggaran makin banyak juga dendanya.  Selain mereka saling percaya antara tim mereka juga sudah mengantisipasi suatu pelanggaran atau kelelaian tim lainnya untuk meminimalisir kegagalan mereka saat berburu. misalkan memberikan hukuman/ denda yang jelas dan tegas bagi yang melanggar atau lelai. Menarik untuk disimak walaupun mereka berada dimasa yang tertinggal setidaknya mereka selalu kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi pada masanya secara terencana, demokratis, adil dan jelas sasarannya. Lagi-lagi walaupun mereka belum mengenal baca tulis setiap masyarakat  memahami aturan disetiap aktivitasnnya.  Kelihatannya mereka sudah mampu berpikir sistem dalam menyelesaikan masalah dan tatakelolah pemerintahnya.



Lantas bagaimana dengan pemerintah daerah atau pemerintah desa dan masyarakat saat ini?


Budaya tersebut perlu dilestarikan dalam konteks kekinian, misalkan dalam mengelolah atau mengatur  aktivitas apapun dalam setiap masyarakat yang semakin kompleks, misalkan peraturan dalam pengelolah dan menata pemerintah, pegawai, kelompok tani, kelompok pelaut, kelompok modal, kelompok UMKM, kelompok Dagang, Kelompok Budaya dan Seni dan aktivitas kelompok-kelompok lainnya. Sehingga mereka jelas aturan dan terjamin mengembangkan usaha yang mereka tekuni, karna tujuan terbentuknya pemerintah adalah menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat. Ketika pemerintah tidak mampu menjamin  kelancaran aktivitas masyarakat melalui tatakelola, kebijakan  dan aturan yang jelas dan tegas. Wajar saja sering terjadi keresahan yang selalu menimbulkan  dampak negatif anggota masyarakat maupun pemerintah itu sendiri.  
Dengan berikan otonomi daerah lagi-lagi otonomi desa memungkinkan dalam mengembangkan  daerah  dalam pengelolaan yang lebih efektif dan efisien sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing serta membuat aturan yang mengatur setiap aktivitas anggota masyarakatnya dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

#Coretan Fajar
#Renungan diskusi PUSMAJA
#
H. Deo, erik marangga, wisnu
#Obrolan ringanMasyarakat Sambori

                    

Selasa, 04 Oktober 2016

Maraknya Foto Sadis di Media Sosial

Kali ini saya ingin curhat lagi. Hal ini sangat mengganggu  beberapa bulan terakhir, tapi baru kali ini penulis mengangkat terkait kondisi penggunaan media sosial terutama di negeri ini. Masalahnya sangat amat miris dan mengganggu, sungguh! Yang akan sampaikan disini adalah tentang kejahatan, tetapi bukan tentang seseorang yang dituduh pencopet dihakimi massa. Bukan pula tentang seorang anak2 diperkosa oleh puluhan pemuda, dan yang pasti bukan tentang politisi dadakan yang sukses menipu rakyatnya. Kejahatan yang maksudkan  adalah kejahatan moral di Media sosial (SosMed). 
Meningkatnya pengguna media sosial dari berbagai kalangan dari kakek-kakek sampai ke anak2,  di negeri ini sudah tidak asing lagi dengan Twitter, Facebook, Google+, Path, dan ratusan Media sosial lainnya. Paling tidak setiap satu orang dari kita memiliki satu jenis Media sosial tersebut (mukidi kecil  saja punya, masa ente tidak punya?), =D. Saat ini sudah biasa seseorang mengeksiskan diri di Media sosial. Salah satu cara yang paling gampang adalah rajin update dengan kejadian  - kejadian yang ada, bahkan ikut berperan pula sebagai salah satu penyebar informasi yang heboh dan terbaru. informasi yang disebarpun diupload tanpa memikirkan efek negatif dan jangka panjang, mungkin karna sudah lupa diri. =D

Akhir-akhir ini, semakin bertambah pula manusia-manusia eksis yang akhirnya menjadi "wartawan dadakan" atau yang bahasa kerennya citizen journalism (jurnalisme warga). Kerjanya gampang, pas ada peristiwa atau informasi terbaru langsung disebar lewat Media Sosial, biasanya disertakan foto/video yang diunggah ke akun Media Sosial, dan jadilah sebuah berita singkat yang dishare ke Publik. 

      Dampak buruknya, banyak orang-orang yang suka menyebarluaskan suatu kejadian dengan alasan untuk menyebarkan berita yang demikian tidak seharusnya dipublikasikan. Sering kali kita bisa memperoleh berita mengenai kasus pembunuhan atau kecelakaan yang terjadi di sebuah daerah secara lengkap lewat facebook lengkap dengan gambarnya bahkan Videonya, mulai dari lokasi kejadian, kendaraan, hingga foto/video korban yang mengalir darahnya. Hal serupa juga terjadi jika ada kasus  perkelahian, perampokan, pembacokan, dan ragam jenis kejahatan mengerikan lainnya. Begitulah titik awal mulainya postingan - postingan tersebut menjadi salah satu bentuk dari kejahatan moral di Media Sosial.

   Perlu kita ketahui bahwa bentuk postingan seperti itu yang menampilkan gambar - gambar mengerikan seperti korban kekarasan dengan luka-luka berdarah, orang yang dibacok, mayat korban kecelakaan yang kepalanya pecah ,ususnya terburai, penusukan dan sejenisnya adalah BUKAN hal yang patut ditampilkan sebagai sebuah berita! ini sangat tidak etis dan tidak bermoral, menakutkan mengganggu, mengerikan bagi sebagian orang, apalagi yang trauma terhadap kejadian tersebut bahkan dilihat atau ditonton oleh anak-anak! Secara etika hal tersebut merupakan suatu bentuk tindakan yang tidak bermoral, karena menampilkan gambar yang tidak menunjukkan sisi kemanusiaan kita sama sekali. Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan korban ataupun keluarganya melihat gambar tersebut dengan leluasa bertebaran di Media Sosial. Apakah kita tidak malu, sedih. ataupun sakit hati? Keuntungan apa pula kita menyebarkan foto mengerikan tersebut? Apakah dengan kata - kata tidak cukup menggambarkan sebuah informasi ataupun berita terbaru yang sedang terjadi?. Bagaiman anak-anak yang melihat foto/video tersebut, karna bisa saja meniru kejadian tersebut. Sayangnya kita masih banyak yang belum paham dan berpikir mendalam tentang efek dari hal tersebut. Apalagi jika gambar/Video yang kita sebarkan itu dilihat oleh orang yang memiliki trauma dengan hal - hal seperti itu. Jiwa mereka bisa saja terguncang, bisakah kita bertanggung jawab jika hal itu terjadi pada mereka? 

        Satu hal lagi, mengenai orang yang cacat. Seringkali kita seenaknya mengambil gambar mereka lalu meng-upload gambar/video mereka tanpa ijin di Media sosial, dengan alasan biar orang - orang lain melihat mereka, kemudian tergerak untuk membantu. Jiwa sosial yang patut dibanggakan tetapi bukan seperti itu cara penyampaiannya, ada etika dan aturan - aturan tertentu mengenai hal tersebut. 

       Di sisi lain, bukan hanya etika dan rasa kemanusiaan saja yang tidak memperbolehkan kita untuk menyebarluaskan foto/video berita yang berisi konten mengerikan itu, tetapi ada hukum yang mengikat juga. Dalam kaitannya dengan foto/video yang diunggah sebagai berita, perlu kita ketahui bahwa ada UU ITE dan Kode Etik Jurnalistik yang mengatur hal tersebut. Kita harus paham betul mengenai hal ini (even if you're just a citizen journalist). Secara hukum kita bisa dituntut, karena itu sudah melanggar UU dan kode etik pers yang seharusnya tidak boleh menyebarkan gambar  yang sadis, kejam, dan tidak mengenal belas kasihan (pasal 4 Kode Etik Jurnalistik). Kode Etik Jurnalistik adalah hal yang menjamin agar setiap kegiatan pemberitaan, dan peliputan yang dilakukan tidak melanggar nilai - nilai, norma serta etika dan rasa kemanusiaan. Dalam hal ini foto - foto yang yang mengerikan tersebut seharusnya tidak boleh ditampilka sebagai pelengkap berita. Kalaupun ditampilkan, maka foto/video tersebut harus disensor(samarkan).  Hal yang sama pun berlaku  pada siaran televisi baik itu visual maupun audio visual. Ketentuan Penyiaran di Televisi juga melarang untuk menayangkan hal - hal seperti itu. Itulah kenapa setiap ada berita yang ada unsur kekerasan dan muatan yang sadis itu selalu gambarnya diburamkan.
      Lemahnya dinegeri ini adalah karena saat ini belum ada regulasi yang tepat mengenai aturan penyampaian berita melalui media internet yang melingkup sosial media dan media sejenisnya. Pemerintah belum berupaya untuk membuat sebuah peraturan yang jelas, sehingga sampai saat ini pun masih ada saja oknum-oknum yang seenaknya mempublikasikan gambar/video sadis tersebut lewat sosial media. Alih-alih untuk memberitakan sebuah kejadian atau peristiwa. 
Tetapi, dengan tidak adanya regulasi yang paten pun seharusnya kita sebagai manusia yang bermoral sudah tahu bahwa foto - foto yang bermuatan kekerasan dan sadisme itu tidak seharusnya kita ungkap ke Internet atau media sosial, apapun alasannya. Kita ini manusia yang punya rasa, punya nilai, yang tahu baik buruknya sesuatu hal. Mempublikasikan hal - hal seperti itu di Sosial media merupakan sebuah bentuk kekerasan moral yang sama sadisnya dengan kejahatan lainnya, perlahan dan dikemudian hari mempunyai efek negatif, sekalipun tujuannya baik, tetapi dengan cara tersebut adalah sebuah kesalahan besar. 
       
     Bagaimana Gan, sudah sejauh mana etika, moral saat bermedia sosial?


Sumber:
- http://journal.uad.ac.id/index.php/CHANNEL/article/download/3270/1851
- http://edukasi.kompas.com/.../kejahatan.seksual.anak.kian...
- http://bali.bisnis.com/.../tren-kejahatan-teknologi...
- http://journal.uny.ac.id/.../article/download/2616/2171
- Azimah, Ketika Film layar lebar hadir ditelevisi dan pelanggarannya, 2015
- http://beta-timor.blogspot.co.id/2014/01/stop-share-foto-sadis-di-sosmed.html
- http://jurnalakuntansi.petra.ac.id/.../download/15673/15665   

Senin, 11 April 2016

Madagaskar punya keterkaitan dengan nusantara

Madagaskar ternyata kental nuansa nusantara. Ilmuwan bahkan memperkirakan, negara kepulauan ini ditemukan oleh seorang perempuan Indonesia. Tapi bagaimana budaya bisa bertukar lewat jarak 8000 kilometer?

8000 Kilometer ke Barat
Menurut catatan sejarah, pulau Madagaskar pertama kali dihuni oleh pendatang asal Indonesia. Mereka diyakini berlayar sejauh 8000 kilometer dari Kalimantan dan Sulawesi. Ilmuwan sejauh ini memang belum menemukan bukti fisik, kecuali hasil uji Mitokondria DNA yang mengungkap garis keturunan penduduk Madagaskar berasal dari Indonesia.

Teka Teki Besar
Sejak dihuni pertamakali 1200 tahun lalu oleh pendatang asal nusantara, kini Madagaskar memiliki identitas sendiri yang banyak terpengaruh budaya lain, semisal Arab, Afrika, Bantu dan bahkan Perancis. Tapi pertanyaan tentang bagaimana kapal asal Indonesia saat itu bisa berlayar 8000 kilometer tanpa kompas dan peta, belum akan terjawab.

Sabtu, 09 April 2016

Makna Sapaan Bung

Saat zaman revolusi kemerdekaan bangsa Indonesia, sesama pejuang saling memanggil “bung”. yang mengandung makna kesetaraan dan persaudaraan. Kata “bung” diambil dari varian bahasa Betawi, “abang” yang berarti “kakak laki-laki.” Kata “abang” juga umum dipakai di masyarakat Jawa. Sedangkan bagi kaum perempuan, panggilannya “zus”, dari bahasa Belanda, zuster, untuk sapaan kawan atau teman perempuan.
“Bung Karnolah yang mula-mula mempopulerkan nama panggilan dan sebutan ‘bung’ untuk panggilan kepada setiap insan Indonesia yang revolusioner yang bercita-citakan melenyapkan imperialisme-kolonialisme dan kapitalisme dan bercita-citakan Indonesia merdeka,” tulis Achmad Notosoetardjo dalam Revolusi Indonesia Berdasarkan Adjaran Bung Karno.
Pada suatu waktu, Sukarno menginginkan sebuah poster sederhana namun kuat sebagai propaganda membangkitkan semangat pemuda. Pelukis Affandi membuat poster dengan model pelukis Dullah sedang memegang bendera merah putih dan memutuskan rantai yang mengikat kedua tangannya. Pada poster itu, penyair Chairil Anwar memberinya kata-kata: “Boeng, Ajo Boeng!” Poster propaganda itu tersebar kemana-mana.
Menurut Parakitri T. Simbolon dalam Menjadi Indonesia, Sukarno memperkenalkan sapaan “bung” sejak terbentuknya Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) pada 17-18 Desember 1927. “Dipanggil ‘Bung’ (panggilan akrab kepada saudara) sesuai anjurannya, 
George McTurnan Kahin dalam Nasionalisme dan Revolusi Indonesia, menjelaskan bahwa kata “bung” yang dapat diterjemahkan sebagai “saudara” dapat disejajarkan dengan kata “warganegara” (citizen) dalam Revolusi Prancis tahun 1789 atau “kamerad” dalam Revolusi Rusia pada 1917. Gagasan yang mungkin dikandung kata “Bung” adalah sebuah sintesis dari istilah “saudara serevolusi”, “saudara nasionalis Indonesia”, dan “saudara serepublik”.
“Tua-muda, kaya-miskin, presiden ataupun petani boleh saja –dan memang biasanya– saling memanggil dengan menggunakan kata ‘bung’,” tulis Kahin.
Maksud menyapa dengan “bung”, menurut Notosoetardjo, “untuk mempererat hubungan satu dengan lainnya, merasa semua satu keluarga, senasib dan sepenanggungan, sama rata sama rasa, tanpa perbedaan tingkatan maupun kedudukan.”
Setelah revolusi selesai, sapaan “bung” perlahan memudar. Dalam pidato kebudayaan di Taman Ismail Marzuki, 6 April 1977, Mochtar Lubis, pendiri koran Indonesia Raya, menyatakan keprihatinannya, “‘Saudara’ atau ‘bung’, kata-kata menyapa yang begitu populer dan penuh kebanggaan dalam perjuangan kebangsaan hingga revolusi kemerdekaan, dianggap tak cukup hormat lagi untuk menyapa penguasa-penguasa kita sejak belasan tahun terakhir ini.”
“Menegur atasan dengan ‘bung’ tiba-tiba kini kurang sopan. Harus memakai bapak, meskipun sang atasan baru berumur dua puluhan tahun, dan bawahan sudah berumur 60 tahun. [Sehingga] atasan bersikap ideologicalpatronizing, dan authoritarian ke bawah,” kata Lubis.
Bagaimana kalau kita kembalikan lagi saling menyapa “bung” melalui revolusi mental saat ini?
Referensi

Selasa, 05 April 2016

Ciri-Ciri Negara Maju di Dunia

Negara Maju merupakan istilah khusus yang disematkan kepada negara yang menikmati standar hidup relatif tinggi di sektor tekonologi beserta ekonomi yang merata. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa negara maju adalah suatu negara yang rakyatnya mempunyai kualitas hidup bahkan kesejahteraan tingkat tinggi.

Bank Dunia menyatakan bahwa sedikitnya ada 24 negara yang tergolong dalam kategori negara maju. Sistem demokrasi menjadi sistem pemerintahan mayoritas yang dianut oleh beberapa negara maju di dunia. Inflasi rendah serta pendapatan per kapita yang tinggi menjadi syarat utama jika negara tersebut bisa dikatakan negara maju. Sementara itu berdasarkan penuturan World Bank tahun 2007 menyatakan bahwa negara tersebut dikatakan maju jika utang luar negerinya sangat rendah, pendapatan per kapita mencapai 11, 456 US Dollar serta investasi dan tingkat tabungan yang tinggi.

Ciri-Ciri Negara Maju

Umumnya negara maju banyak ditemukan di kawasan Benua Eropa dan Amerika. Sementara itu Jepang, Cina dan Australia juga tidak mau ketinggalan dalam persaingan memperebutkan gelar negara maju seantero dunia. Berikut ini beberapa ciri-ciri negara maju secara umum yang mungkin bisa kamu jadikan bahan referensi di sekolah dan sebagainya.

1. Angka Pengangguran Rendah

Angka Pengangguran Rendah
christopherwitt.com
Rendahnya tingkat pengangguran di masyarakat merupakan ciri-ciri negara maju yang paling spesifik. Perekonomian suatu negara tidak akan bisa berjalan secara maksimal jika lapangan kerja dan wirausaha masih terhitung rendah. Pengangguran friksional merupakan salah satu jenis pengangguran yang umumnya terjadi di negara maju. Pengangguran ini terjadi dikarenakan peralihan tenaga kerja dari satu pekerjaan ke lainnya. Anehnya, para pengagguran di negara maju justru mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah.

2.  Sistem Pendidikan Bertaraf Internasional

Fasilitas Pendidikan Tingkat Tinggi
skillsontario.com
Seluruh penduduk di negara maju rata-rata sudah melek huruf alias bisa membaca dan menulis dengan lancar, berbeda dengan negara berkembang pada umumnya. Dalam hal ini, pemerintah di negara maju memberikan jaminan berupa pendidikan dsar kepada seluruh rakyatnya. Umumnya pendidikan di negara maju memiliki fasilitas lengkap serta ruang belajar yang nyaman di kelasnya. Tak heran jika kecakapan sosial dan kemandirian peserta didik dalam mengembangkan potensinya merupakan salah satu sistem pendidikan sering digunakan di negara maju.

3. Laju Pertumbuhan Hidup Rendah

Laju Pertumbuhan Hidup Rendah

Angka kelahiran dan kematian bayi yang merupakan salah satu faktor pendukung bahwa negara tersebut dapat dikatakan negara maju. Keaadaan tersebut semakin didukung dengan tingginya tingkat kesadaran tentang keluarga berencana, penundaan usia nikah dan kemajuan teknologi fasilitas kesehatan.

4. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Semakin Cepat dan Pesat

Perkembangan Pesat Teknologi dan Pengetahuan

Di negara maju, para ilmuwan didukung oleh pemerintah dengan memberikan berbagai fasilitas terbaik guna menunjang proses observasi yang mereka lakukan. Adapun seperti fasilitas laboratorium lengkap dan gaji berstandar tinggi merupakan salah satu penunjang semangat kepada para ilmuwan agar mereka bisa melakukan inovasi dengan baik benar. Kemudian hasil dari inovasi tersebut akan diaplikasikan di berbagai bidang, seperti militer, kedokteran, produksi, pengembangan ilmu pengetahuan bahkan teknologi ruang angkasa.

5. Industri dan Jasa Menjadi Sektor PerekonomianUtama

Sektor Industri dan Jasa

Industri di negara maju rata-rata memproduksi suatu barang yang bernilai mahal, seperti pesawat terbang, mobil, elektronik hingga alat-alat berat lainnya. Sementara itu di bidang jasa ada 4 profesi yang banyak di geluti oleh masyarakat di negara maju, seperti pendidikan, hiburan, konsultan dan jasa keuangan.

6. Menghargai Waktu dan Kesetaraan Gender Dijunjung Tinggi

Menghargai Waktu

Disiplin, jujur, bertanggung jawab serta professional dalam menyelesaikan pekerjaan merupakan sekelumit sikap positif yang ada di dalam masyarakat negara maju. Diharapkan dengan adanya sikap tersebut mereka dapat mengoptimalkan sumber daya secara maksimal dalam menjalankan pembangunan.

7. Pendapatan Per-Kapita Tinggi

Pendapatan Per Kapita Tinggi
Dalam menilai suatu kemajuan negara umumnya tolok ukur yang digunakan yakni terdapat pada sektor pendapatan per kapita. Selain itu, sektor tersebut juga dapat menunjukan berapa pendapatan yang berhasil dicapai oleh rata-rata penduduk selama setahun di negara maju. Berdasarkan data dari Bank Dunia, negara maju harus memilki kriteria pendapatan per kapita diatas 10,726 US Dollar per tahun.

Minggu, 03 April 2016

Potensi Gunung Api Sangiang Bima part 2

Pulau Sangiang yang menyimpan banyak Potensi


POTENSI
Dibalik kisah Mitologi maupun Mistiknya serta kebencanaannya, Gunung Sangiang ternyata memiliki banyak tempat yang eksotik. Tidak sedikit wisatawan yang melabuhkan jangkarnya di gunung Sangiang hanya untuk sekedar memancing, menginap diatas batu apung yang memang berada di Bibir pantai yang jernih serta diving maupun snokling.

Di pulau Sangiang terdapat perkampungan yang saat ini ditinggali oleh 8 KK, ada belasan rumah panggung dengan atap rumbia. Bila musim tanam ratusan hingga ribuan warga berpencar digunung Sangiang untuk berladang, bertani dan berkebun serta mengembala. Tidak saja warga Wera, tetapi warga dari Donggo serta Manggarai NTT juga ikut mengais rejeki dipulau ini.

Pulau yang subur ini ditumbuhi oleh berbagai tanaman, mulai dari Tomat, Cabe, Labu, jagung hingga kebun Jati. Ada satu kebun yang sempat dilewati oleh Rombongan, kebun tersebut ditanami Buah. Diantaranya tanaman Semangka terdapat juga tanaman Strowbery dan pohon Durian. Entah apakah Duriannya berbuah atau tidak tetapi Nampak subur. Dibeberapa lokasi terlihat deretan jagung, juga ada padi yang mulai menguning yang ditanam secara terasering (Orang Bima menyebutnya: Fare Oma).

Dari perkampungan (bagian barat daya) Pulau Sangiang, sekitar 4 kilometer kearah barat laut, terdapat lokasi yang bernama OI PETO. Air ini sangat jernih dan bila diminum terasa manis. Konon berasal dari Pohon Peto (penulis kurang tahu bahasa Indonesia pohon yang dikisahkan itu) yang berumur ribuan tahun diatas punggung gunung dan tertutup oleh ilalang. Sumber OI PETO tidak akan mengeluarkan air sedikit pun (kering) bila musim hujan. Dan akan mengalir deras dan jernih pada musim kemarau. Inilah yang membuatnya Unik dan Menarik untuk di kunjungi. Oleh banyak wisatawan dan dari pengakuan Warga Pulau Sangiang, Air tersebut adalah AIR AWET MUDA dan AIR JODOH. Percaya atau tidak pengakuan banyak warga yang pernah berburu Menjangan atau Rusa di Gunung Sangiang dan pernah meminum atau membasuh muka di OI PETO ini diyakini mengurangi atau memperlama proses penuaan pada wajah. Serta sebagian yang pernah ditanyai menyatakan, bahwa siapapun yang pernah membasuh Muka di OI PETO akan sangat mudah memancarkan aura cantik/ganteng dihadapan lawan jenis. Akibatnya, tidak sedikit yang membawa pulang dengan menggunakan jirgen maupun botol mineral.

Dibagian Timur tenggara Gunung Sangiang, sekitar 25 kilo dari perkampungan, terdapat lokasi yang bernama TORO JARA atau OI NONO JARA. Disini, anda jangan heran bila anda menggali pasir sekitar 2-5 meter dari bibir laut, anda akan mendapati Air tawar yang langsung bisa diminum. Ketika air laut surut, ambil jarak 3 meter lalu galilah sekitar 2 – 3 depa (30 – 100 cm), akan keluar mata air tawar yang tidak akan anda rasakan asinnya. Konon disini tempat singgahnya Pasukan Kaveleri (Pasukan Berkuda) kesultanan maupun Kerajaan Bima yang menuju Jeneponto sebagai pusat Pasukan Kavaleri Kerajaan Gowa pada waktu itu. Sehingga dinamakanlah tempat ini sebagai Oi Nono Jara (Air Minum Kuda) atau Toro Jara. Bagi Pencinta alam yang melakukan pendakian ke Puncak Gunung Sangiang, Lokasi ini menjadi Lokasi Star atau Pos I atau pos Navigasi Perbekalan. Tempat pengecekan bekal.

Dibagian utara gunung Sangiang, terdapat SO SEMPASEDA. So Sempaseda adalah So (Baca: Daerah) yang paling di hindari oleh penduduk maupun pemburu. Sebab disini adalah daerah panas bumi, yang masih mengeluarkan uap dari perut gunung. Di So Sempaseda, anda bisa melihat langsung alur sungai yang hingga kini masih mengalir air yang penuh dengan uap. Suhu panas air ini berasal dari sumber mata air yang berada dikawah Doro Api (puncak gunung bagian timur), meliwati punggung gunung yang menguarkan hawa panas sehingga sungai tersebut mengalirkan air panas dengan suhu 60 – 110 Derajat Celsius. Demikian pula ketika muara sungai ini yang berada dibibir pantai, ketika bertemu dengan air laut juga masih terasa hawa panasnya. Konon, di So Sempaseda inilah ‘kulit gunung’ yang tipis dari lubang magma yang naik ke puncak gunung.

Disore hari menjelang matahari terbenam, anda akan dimanjakan oleh fenomena puluhan hingga ratusan ribu kelelawar keluar dari sarangnya. Fenomena tersebut dapat anda saksikan di SORI BELANDA, sekitar 3 kilometer kearah timur tenggara dari Pemukiman Warga pulau Sangiang. Fenomena ini benar-benar indah saat sore menjelang. Kelelawar ini dikala pagi hingga sore menggantung dipepohonan pinggir pantai maupun di goa-goa sekitar SORI BELANDA. Disebut Sori Belanda, karena dilokasi ini pernah terdampar kapal Belanda yang sedang menuju Manggarai. Akibat kondisi alam yang tidak sesuai dengan mereka serta kekurangan makanan, akhirnya mereka tewas kelaparan disepanjang sungai jalur lava (sungai Lava Pijar) dan dikubur massal olah warga sekitar di lokasi tersebut. Kemudian dikenalah lokasi ini dengan sebutan Sori Belanda (Sungai Belanda).

Bibir pantai dan perairan diseputaran Gunung Sangiang merupakan Spot Memancing Maniak. Banyak didapati kapal-kapal Pesiar wisatawan domestic maupun mancanegara yang melabuhkan jangkar disekitar perairan ini untuk memancing dan Diving. Antara lain yang menjadi Favorit adalah daerah OI PETO, GUSU WALA, maupun di OI KALO. Di OI PETO hidup spesies Ikan Karapu, konon dipercaya sebagai Uma Karapu (Rumah Ikan Karapu), sedangkan di GUSU WALA hidup spesies ikan Kakap ekor merah dan Ikan Sunu. Demikian juga di OI KALO tempat berkumpulnya spesies Baronang (Bima: Uta Sancara). Banyak pejabat kabupatan Bima dan Pemprov NTB yang datang khusus di 3 lokasi ini hanya untuk mancing maniak.

Rabu, 30 Maret 2016

Potensi Gunung Api Sangiang Bima part 3



Menaiki Boat menuju Pulau Sangiang
PEBURUAN
Pulau Sangiang menjadi pusat perburuan Rusa atau Menjangan di Pulau Sumbawa, setelah Savana Tambora. Tetapi harus di akui, bahwa menjangan di Pulau Sangiang lebih banyak dari jumlah yang ada di lereng atau savanna Gunung Tambora. Meski setiap tahun diburu oleh ratusan orang sejak puluhan tahun yang lalu, Menjangan di Pulau Sangiang tidak pernah punah dan berkurang. Meski demikian pihak pemerintah melalui PPA maupun KSDA sering melakukan patroli dan penjagaan di Pulau Sangiang dari warga yang berburu menjangan, karena dikhawatirkan akan punah. Namun warga Sangiang sendiri cukup heran, hampir setiap tahun ratusan pemburu masuk pulau Sangiang untuk berburu dan puluhan hingga ratusan menjangan didapat. Tetapi lagi-lagi, menjangan di Sangiang tidak pernah berkurang.

Ayang Saifullah membeberkan, bahwa di Sangiang Darat, ada keluarga pemburu menjangan. Sejak buyut, kakek, bapak hingga anaknya saat ini lihai berburu dan keturunan pemburu memang. Menurutnya sudah 4 generasi keluarga yang berburu menjangan di pulau Sangiang. Ada musim dimana ratusan orang pergi berburu di Pulau Sangiang, tradisi ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.

Berbagai jenis satwa burung pun ada di Pulau Sangiang, beberapa orang warga Sangiang darat yang ke Pulau Sangiang mengakui melihat beberapa ekor Burung Cenderawasih dan warga Pulau Sangiang menyebutnya Burung Irian Jaya. Mereka tau bahwa burung tersebut berasal dari Irian jaya karena pernah melihatnya ditelevisi. Baru-baru ini sekitar 2 tahun lalu, segerombolan burung (sekitar 5-7 ekor) Cenderawasi dijumpai oleh warga Donggo dan Manggarai yang berburu menjangan dibagian utara gunung Sangiang.

TRANSPORTASI MENUJU WERA DAN PULAU SANGIANG
Untuk menuju Pulau Sangiang, sangatlah mudah. Jika kita star dari Terminal Dara sebagai terminal Kota Bima, anda bisa naik Bemo D atau Ojek menuju Terminal Jatibaru – Kota Bima. Dari terminal Jatibaru ini ada bus yang standby menuju Kecamatan Wera. Ada yang berangkat pagi, siang dan sore sebagai pemberangkatan akhir. Dari Kota Bima menuju Wera, anda akan meliwati kecamatan Ambalawi. Kecematan Ambalawi sebelumnya bernama Wera Barat. Namun setelah pemekaran dari kecamatan Wera disepakatilah nama Ambalawi. Ambalawi juga memiliki banyak sekali Spot Wisata Pantai dan Panorama yang indah yang belum belum terekspos, seperti Terumbu Karang Oi Fanda, Panorama Pantai Mawu, hingga Doro Cumpu. Jarak tempuh dengan kendaraan umum dari Kota Bima menuju terminal Tawali Wera adalah 2 – 3 jam. Sesampai diterminal Wera, anda bisa menggunakan jasa ojek menuju Sangiang Darat. Dari Sangiang darat, banyak perahu dan Boat yang bisa mengantar anda menuju Pulau Sangiang.

Untuk biaya antar jemput dari Sangiang Darat ke pulau Sangiang dan sebaliknya (bila menginap) atau untuk Pulang Pergi bila tidak menginap anda harus merogok kocek Rp 500.000. bila menggunakan perahu biasa dengan mesin 2 silinder, jarak tempuhnya sekitar 90 – 120 menit. Sedangkan bila Boat yang anda tumpangi berselinder 4, maka anda hanya menghabiskan waktu untuk menyebrang sakitar 45 – 60 menit. Tetapi bila anda ingin mengeliliangi Pulau Sangiang dengan Boat tanpa singgah diberbagai Spot wisata yang disebutkan diatas, anda bisa star dari Perkampungan Pulau Sangiang, memutar dari arah barat ke utara, timur, selatan dan kembali ke Barat. Anda bisa menghabiskan waktu sekitar 3 – 4 jam dengan boat 4 silinder. Tentu biayanya pun bisa lebih dari 1 jutaan.

Setelah puas menikmati Pulau Sangiang dan kembali ke Sangiang Darat, anda bisa memesan Sarung Nggoli khas Wera (Sarung Tenun Khas Wera) dan madu hutan Wera yang dijamin keasliannya di Sangiang Darat. Anda juga bisa menyaksikan pembuatan kapal kayu dengan kapasitas muat 500 – 1.500 Ton daya angkut sambil menikmati sunset disore hari menjelang kembali ke Kota Bima. Konon katanya orang Sangiang Darat, tidak syah ke Sangiang Darat kalau tidak menikmati Ikan Bakar pinggir laut sangiang dengan Sambal Khasnya yang bikin raga selalu ingin ke Sangiang.

Nah, untuk ikan bakar ini, anda bisa pesan terlebih dahulu sebelum berangkat ke pulau sangiang pada warga pinggir pantai Sangiang darat. Dan akan dibakarkan dipinggir pantai sangiang Darat pada saat anda kembali dari pulau Sangiang. Entah apa maksud dan tujuannya. Namun warga Sangiang Darat percaya bahwa hal itu dapat membantu anda sehat bugar tanpa rasa lapar sedikit pun ketika melakukan perjalanan menuju Kota Bima.

Banyak hal lain yang belum di eksplor sebagai potensi warisan maupun potensi yang terpendam di Pulau Sangiang. banyak hal yang belum diungkap. Banyak potensi yang masih ditutupi dari warga luar pulau Sangiang. tetapi Warga Sangiang, baik Sangiang Darat maupun Pulau Sangiang, sangat ramah dan wellcome kepada siapa pun selama warga yang datang itu menghargai dan menghormati budaya dan adat masyarakat Sangiang.

Suatu waktu Penulis akan kembali ke Pulau Sangiang, mencoba menemukan potensi-potensi terpendam sebagai kekayaan Wisata, Budaya serta Warisan leluluhur. Masih banyak kata-kata tua, petuah serta Ngaji Tua warga Sangiang yang masih ingin Penulis eksplor. Termasuk cara dan ritual pembuatan Kapal Kayu atau Phinisi. Para pembuat dan Nakhoda Phinisi sebagian besar tidak ber-sekolah formal tetapi Teori dan sistimatika kerja mereka mengalahkan teori para Insinyur dan pasca Sarjana Kelautan. Disinilah letak nyata Scholae menurut Plato, “Belajar Dibawah Pohon” dan prinsip pendidikan menurut Fucoult “Semua orang adalah Guru dan semua tempat adalah Sekolah”. Wallahualam bissawab.

By Rangga Babuju

Rabu, 23 Maret 2016

Potensi Gunung Api Sangiang Bima part 1

Pulau Sangiang yang menyimpan banyak PotensiPulau Sangiang yang menyimpan banyak PotensiGunung Sangiang adalah Gunung yang memiliki banyak Versi dan Mitos, baik tentang asal muasal, catatan sejarah hingga culture asal warga disana. Sebab hingga saat ini Warga gunung Sangiang tidak pernah mengakui dirinya sebagai Orang Wera yang berada diseberang pulau itu, demikian juga dengan warga Sangiang Darat yang ditinggal didaratan Wera juga sepenuhnya cenderung menganggap diri bukan sebagai orang Wera. Mereka lebih memilih diri mereka sendiri sebagai Warga Sangiang Pulau seperti keberadaan Suku Bajo disaentero nusantara.

Gunung Sangiang terletak disebelah Utara Kabupaten Bima, ujung timur Pulau Sumbawa Propinsi NTB. Tidak banyak orang yang ke Gunung Sangiang selain warga Sangiang sendiri dan beberapa kelompok masyarakat pemancing ikan dan pemburu rusa atau menjangan. Gunung Sangiang secara administrasi masuk dalam wilayah Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Gunung ini berjarak sekitar 10 mil atau 25 km dari Wera sebagai daratan pulau Sumbawa.

Gunung Sangiang adalah salah satu gunung Api aktif di Indonesia, dalam catatan PVMBG (Badan Vulaknologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Gunung Sangiang berstatus waspada. Status tersebut dikeluarkan sejak Oktober 2009 hingga saat ini dan belum berubah menjadi Normal. Namun masyarakat lereng Sangiang mengaggap hal itu biasa dan tak dikhawatirkan sebab mereka (Warga gunung Sangiang) punya cara tersendiri secara turun temurun dalam memastikan apakah gunung tersebut akan menyemburkan magma (meletus) atau tidak.

Dalam Rangka Dies Natalis Komunitas BABUJU ke 5, Civitas BABUJU mengadakan kegiatan Champing di lereng gunung Sangiang pada 17 – 18 Mei 2014. Berikut catatan potensi hasil dari eksplor kisah bertutur dari bibir pantai Sangiang dipagi hari bersama Ompu Reho (Ompu adalah panggilan orang tua yang sudah berumur) dan Ayang Syaifullah sebagai keturunan warga pulau Sangiang dihadapan civitas Komunitas BABUJU.

SEJARAH
Tidak ada yang tahu, sejak kapan warga mendiami Gunung Sangiang, tetapi berdasarkan cerita dari para orang tua, bahwa masyarakat tinggal di Sangiang sudah sejak jaman Ncuhi (jaman sebelum Kerajaan dikenal di Bima). Konon, warga Sangiang memiliki keterkaitan darah antara Warga Palue dilereng Gunung Rokatenda – Flores NTT. Warga Palue menyebut dirinya sebagai Attapalue sedangkan orang Sangiang menyebut diri mereka sebagai Attasangia. Diakui pula hingga hari ini, bahwa warga Palue yang hidup dilereng dan punggung gunung Rokatenda adalah asli Attasangia (Baca: orang Sangiang). Mereka ke Palue karena menolak memeluk ajaran Agama Islam, akibat syarat untuk masuk Islam adalah harus disunat (memotong kulit depan kelamin lelaki).

Kepala Suku di Sangiang tidak menyebut diri mereka sebagai Ncuhi, Galarang atau Punggawa, namun gelaran Dallu. Di Manggarai, Dallu adalah Kepala suku seperti halnya di Bima disebut Ncuhi. Ketika masa Kerajaan maupun Kesultanan, Ncuhi berubah menjadi Jeneli atau Punggawa dan pada masa Swatrantra maupun Swapraja (setelah Kemerdekaan NKRI) mulailah disebut sebagai Gelarang dan kini Kades atau Lurah. Tetapi di Pulau Sangiang, kepala Suku sejak warga Attasangia menempati Pulau Sangiang hingga saat ini tetap menyebut Dallu sebagai Pemimpin Kelompok masyarakat.

Dallu terakhir adalah Dallu H. Jamaluddin atau dikenal dengan ‘Abu Wadi’, yang memimpin warga Sangiang sejak tahun 50an, sebelum itu dipimpin oleh ‘Dallu Abu Jao’, dengan perkiraan menjadi Dallu Sangiang sejak awal abad ke 19 atau tahun 1900an awal. Nisan kuburan ‘Dallu Abu Jao’ masih ada hingga saat ini, meski sudah dikelilingi oleh semak belukar. Dan Uma Dallu (Rumah Tua) juga masih berdiri kokoh. Uma Dallu diperkirakan berumur 500an tahun, sebab, konon, ‘Dallu Abu Wadi’ maupun ‘Dallu Abu Jao’ (Bapak dari Abu Wadi) tinggal disitu secara turun temurun siapapun yang menjadi Dallu. Uma Dallu secara turun temurun menjadi rumah kepala Suku, istilah sekarang adalah rumah dinas. Konon, di Uma Dallu yang masih berdiri kokoh ini, La Kai (Sultan Abdul Kahir), Sultan Pertama Bima, pernah tinggal beberapa tahun saat dikejar oleh Salisi (pamannya sendiri) saat akan menuju Kesultanan Gowa sekitar tahun 1610. Prasasti yang membuktikan bahwa La Kai pernah tinggal di Uma Dallu itu adalah Wadu Kahampa (Batu Kesepakatan), yang beberapa tahun lalu sempat bersengkata dan dibuang ke laut oleh seorang Ustadz yang menganggap itu sirik dan Bupati Bima (alm) ferry Zulkarnaen, harus turun tangan menangani sengketa tersebut.

Warga Pulau Sangiang juga yakin bahwa sebelum Datuk Dibanta maupun Datuk Ditiro (Syekh Pembawa Islam di Bima) menginjakkan kakinya di Bima, terlebih dahulu datang “Tujuh Wali” atau dikenal dengan “Wali Pidu” di Sulawesi juga sempat ada cerita tentang “Wali Pitu” demikian juga di Manggarai. Dua diantaranya meningga di Pulau Sangiang. Salah satu dari dua Wali yang dikubur di Pulau Sangiang bernama Syiekh Syamsuri. Kuburannya ada di punggung Gunung Sangiang dan masih bisa dijumpai. Diakui pula oleh 2 orang Juru Kunci Sangiang, Abu La Ebe (65thn) dan Pua Juwaidin (40thn). Kuburan kedua Syiekh tersebut menjadi legenda bagi banyak orang, tetapi bagi banyak warga Pulau Sangiang itu ada dan nyata. Kuburan itu terletak dipunggung gunung, dapat ditempuh dengan mendaki sekitar 5 jam perjalanan. Berada dibawah rimbunan 2 pohon besar dan rindang. Anehnya, kuburan tersebut selalu bersih dan tidak pernah dijatuhi oleh dedaunan apapun termasuk ditumbuhi oleh semak-semak. Warga pulau sangiang sering berziarah di 2 kuburan tersebut.